Inclusive HR Indonesia (IHRI)

adalah sebuah komunitas dan pergerakan profesional nirlaba bidang manajemen sumber daya insani yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional sumber daya insani Indonesia dan secara tidak langsung mendorong kemajuan sosial-ekonomi Indonesia. Inklusif menjadi kata kunci pembeda komunitas ini, dimana akses pendidikan profesional manajemen sumber daya insani menjadi titik awal dari misi sosialnya. Dengan demikian IHRI sejak awal bukan saja berfokus pada pengembangan kompetensi praktisi HR Indonesia, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat profesi HR dan masyarakat umum untuk berkontribusi terhadap permasalahan strategis dari situasi sosial ekonomi Indonesia.

Diresmikan pada 16 Maret 2013, komunitas ini kini berusia 5 tahun dan beranggotakan kurang lebih 1500-an praktisi manajemen sumber daya insani yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Merefleksikan perjalanan komunitas dari akhir 2012 hingga tahun 2018, IHRI bukan saja merupakan sebuah bentuk respon sekelompok orang(pendiri dan pengurus) terhadap sebuah tantangan jaman, tetapi juga merupakan optimisme dan panggilan altruistic untuk membuat perubahan yang lebih baik sebagaimana pemikiran Margareth Mead dan Chris Abani :

“Never doubt that a small group of thoughtful, committed citizens can change the world; indeed, it’s the only thing that ever has.”
~ Margareth Mead, American cultural anthropologist

“What I’ve come to learn is that the world is never saved in grand messianic gestures, but in the simple accumulation of gentle, soft, almost invisible acts of compassion.”
~ Chris Abani , a Nigerian and American author

IHRI diinisiasi oleh Vincentius Arnold (Vincent), seorang praktisi manajemen sumber daya insani yang pada akhir tahun 2012 merasa tidak memiliki banyak pengalaman dan pengetahuan yang cukup dalam bidangnya, yang oleh karena kekurangannya itulah, situasi ini direspon menjadi sebuah usaha membangun komunitas yang bisa saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, menjadi tempat saling belajar bersama dan berbagi antar praktisi dan pembelajar manajemen sumber daya insani.

Pada awalnya, sebagai sesorang yang kurang pengalaman dan pengetahuan, ia mengikuti berbagai pelatihan dan sertifikasi untuk meningkatkan kompetensinya. Saat mengikuti sertifikasi itulah, ia mendapatkan peringkat pertama dalam kelas, mendapatkan gelar “certified …” ,namun ia tidak merasa mendapatkan hal yang dia cari karena dia hanya mendapatkan hal-hal yang teoritis.

Merespon pengalaman tersebut dan dorongan untuk juga merespon situasi sosial ekonomi Indonesia saat itu, Vincent merintis IHRI , dengan aktivitas awal sebagai wadah pertukaran dan berbagi ilmu antar praktisi manajemen sumber daya manusia yang berbasis pada mailing list dan chat room pada aplikasi BlackBerry Messanger. Berawal dari komunikasi pada beberapa mailing list , dengan niat ‘mengisi kemerdekaan’ , pertemuan perdana dilaksanakan pada akhir tahun 2012. Pertemuan tersebut dibuka dengan video bertemakan kemanusiaan berjudul ‘Chicken a la Carte’ yang merupakan cerita kemiskinan dan ketimpangan di Filipina, namun juga relevan dengan situasi sosial ekonomi Indonesia. Agaknya kesadaran akan keadaan sosial ekonomi Indonesia memang turut mendorong para praktisi untuk berbuat lebih dan berbagi dalam wadah komunitas IHRI. Oleh karena itu pada 16 Maret Tahun 2013 IHRI dideklarasikan dengan 3 nilai utama, yaitu kemanusiaan, kecintaan terhadap tanah air, dan kemandirian berdasarkan peningkatan kompetensi dan pemberdayaan.

Hingga saat ini, IHRI terus bergerak maju dan berkembang. Tercatat per 1 Agustus 2018, member IHRI telah menembus angka 1700 orang.